GELAR APRESIASI SENDRATASIK, MAHASISWA PRODI PGSD UNITRI TAMPILKAN 7 TARI TRADISIONAL BERBAGAI DAERAH

MALANG – Sebagai bentuk peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2021 kemarin sekaligus melestarikan kebudayaan Indonesia, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang menggelar Apresiasi Sendratasik secara luring Jumat (29/10) di Graha Utama UNITRI. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan dari mata kuliah Seni Drama dan Musik yang ada di Program studi PGSD yang terdiri atas tiga praktek tari yakni tari tradisional, tari kreasi dan drama musik. Pada praktek tari tradisional, terdapat 7 tari dari berbagai daerah yang ditampilkan oleh 7 kelompok secara luring dan 3 tarian ditampilkan secara daring.

Saat ditemui tim humas, Kepala Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UNITRI, Kardiana Metha Rozhana, S.Pd., M.Pd, bercerita, sebanyak lebih dari 46 mahasiswa dari angkatan 2018 yang ikut serta dalam kegiatan tersebut. Berbagai tarian yang ditampilkan berasal dari daerah seperti Kalimantan, Sumba NTT, Jawa, dan lainnya.

“Kegiatan diikuti lebih dari 46 mahasiswa dari Angkatan 2018 PGSD ikut. Mereka mengambil mata kuliah ini sehingga selama kegiatan juga ikut praktek. Untuk tariannya sendiri, terdiri dari tarian dari Kalimantan, Sumba NTT, Jawa, dan lainnya.”

Adapun judul tarian yang ditampilkan yakni diantaranya Tari Tebe Songket, Tari Berkebun dari Lembata NTT, Tari Piring, Tari Sirih Pinang, Tari Manuk Dadali, Tari Manuk Dadali, Tari Persaudaraan, dan Tari Penyambutan Raja Ratu. Keseluruhan tarian sudah disiapkan sejak awal perkuliahan dengan dilatih oleh dosen Seni Drama dan Musik serta dilakukan otodidak oleh mahasiswa sendiri.

“Selain dilatih oleh dosennya, anak-anak juga berlatih sendiri dan diberikan evaluasi oleh dosennya sendiri.”

Sebagai salah satu bagian dari cara melestarikan kebudayaan Indonesia yang mulai tergerus oleh budaya-budaya dari luar, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan rasa cinta terhadap budaya daerah sendiri. Kardiana Metha menambahkan, mahasiswa juga diharapkan mampu menerapkan kegiatan serupa Ketika sudah menjadi guru kelak kepada siswanya.

Mahasiswa yang mengikuti kegiatan terlihat sangat antusias. Selain pertujukan tari tradisional hari ini, kegiatan lanjutan setelah UTS yang direncanakan yakni adalah tari kreasi untuk siswa Sekolah Dasar. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa PGSD UNITRI akan membuat tarian sendiri sesuai dengan lagu dan membantu para siswa untuk mengimplementasikannya dilapangan. Setelah itu, kegiatan terakhir yakni seni drama dan musik, mahasiswa akan bermain peran dan diiringi musik atau lagu orisinal. Acara pertunjukan tarian tradisional sendiri dihadiri oleh seluruh dosen PGSD dan juga terbuka untuk umum. (HUMAS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

28 − = 27